Intan Dalam Debu – the web

Jangan Dewasakan Orang Lain Dewasakanlah Diri Sendiri

Posted by adminidb November 7, 2013, under Volume 8 | No Comments





Jangan Dewasakan Orang Lain Dewasakanlah Diri Sendiri

Oleh : Flyming Lika

 

Sering kita lihat / dengar bahwa seseorang mencoba menggurui yang lainnya “Kamu ini kurang dewasa!” dsb. Terkadang sampai memaksakan kehendaknya. Kalau itu adalah terjadi pada suatu organisasi Militer kita akan maklum . Kalau itu terjadi pada perusahaan, antara atasan dan bawahan, untuk hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, ya.........sah-sah saja.

 

Ternyata, sering kali kita sulit membedakan mana itu “Garis Komando” pada suatu organisasi “Resmi” dan mana itu”None Resmi” (Disini kami pakai istilah “none Resmi” untuk membatasi diri pada organisasi-organisasi Sosial dan lain sebagainya dimana tidak / bukan garis komndo seperti militer yang diterapkan).

 

Perlu mengenal karakter diri :

Siapa sebenarnya aku (diri kita)?

Bagaimana sifatku?

Bagaimana tindakanku selama ini terhadap lingkungan sekitarku?

Bagaimana sikapku, terutama pada situasi yang tidak menguntungkan diriku / pada posisi terjepit.

Apakah aku termasuk manusia pemaksa kehendak??

Dan seterusnya !

 

Pertanyaan-pertanyaan ini semua perlu direnungkan dengan seksama dan dibandingkan dengan figurre ideal yang pernah diidamkan (figure yang dikagumi).

 

Figure / sosok ideal :

Masing-masing individu pasti punya sosok ideal yang diidamkan. Ini berpulang pada lingkungan masa kecilnya, pola didik yang didapat masa remajanya, pergaulan masa dewasanya, ditambah kemauan untuk berubah / merubah diri menuju sosok diri yang diidamkan. Di dalam kita Siu Tao, kita dituntut agar bisa Siu Cen (lurus), selalu Siu Sing Yang Sin dan menjadi manusia seutuhnya, menuju Cen San Mei (Sempurna Abadi).

 

Begitu luas dan Agungnya “Sosok ideal” tsb, terasa sulit untuk merubah diri menuju “Sempurna abadi” tsb.

  1. Perlunya hati yang bening dan pikiran yang jernih (modal utama).
  2. Mau berubah atas sikap yang selalu dibawa.
  3. Selalu Siu Sing Yang Sin (tindakan yang selalu menggunakan Wu).
  4. Berlatih, bergaul, bekerja, berdoa, dan beramal selalu dijalankan / dikerjakan (Siaw You Ce Cai), Optimis selalu.
  5. Mendahulukan orang lain ketimbang diri sendiri.
  6. Tegas, welas asih dan sabar ditambah intelektual yang cukup, sebagai tampilan diri dalam masyarakat.

 

Dengan proses yang berkesinambungan dari waktu ke waktu maka niscaya kita menuju “manusia seutuhnya”. Ce Ran dengan tingkatan iman yang tinggi.

 

“Janganlah mengaku bahwa diriku telah dewasa. Tapi pastikan bahwa orang lain mengenal diriku cukup dewasa”

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*