Intan Dalam Debu – the web

Sekilas : KUNG TEK

Posted by adminidb November 7, 2013, under Volume 8 | No Comments





Sekilas : KUNG TEK

Oleh : Pendi – Jkt

 

Alkisah, ada seorang Taoyu yang sedang berkeluh kesah dijalanan Jakarta, sambil mengamati jalanan Taoyu itu bertanya pada diri sendiri “Kok ada banyak sekali mobil yang mahal di jalanan dan hampir tak terhitung ada berapa didunia ini tapi tak ada satupun punya saya ??? Kenapa banyak sekali rumah di Jakarta tapi tidak ada satupun punya saya??? Rupanya sang Taoyu sedang dilanda pertanyaan yang mungkin umum dipertanyakan oleh hampir setiap orang yang hidupnya “pas-pas an” dengan kata lain sang Taoyu lagi stress-stress an gara-gara mungkin temperature yang tinggi di Jakarta ataupun hatinya lagi melankolis.

Alkisah, Fu Fak Sen sang Taoyu tersebut mendengar dan mengetahui permasalahan muridnya yang sedang “broken heart” ini, lalu Fu Fak Sen pun bertindak walaupun temperature lagi panas yang dapat merubah wajahNya menjadi Judge Bao alias bisa “keling”.

Maka berdialoglah Guru dan murid ini dijalanan yang panas gini bunyinya :

Fu Fak Sen : Eh, Muridku kenapa muka mu di tekuk kayak burung perkutut ?

Tao YU : Anu Sen, heran kenapa yah rejeki saya kok ngepas pas pas plast. Ngak bisa beli mobil, apartemen, bahkan untuk makan di Ziesler pun, harus nabung tiga bulan dulu, ngenes ngak Sen ?
Fu Fak Sen : Jadi yang anda pertanyain apa ???

Tao YU : Yah, kenapa ya Sen, kan saya sudah Siu Tao, bekerja keras, rajin sembahyang. Tapi yah gini-gini aja Sen ???

Fu Fak Sen : Mau jawaban ? Kalau mau kamu perhatikan itu tuh.

Tao YU : Apaan Sen ?

Fu Fak Sen : Lihat itu tukang bajaj, tukang sampah, orang kaya di mobil. Lihat itu yang punya rumah, yang tak berumah. Lihat dirimu......Oke ?? Bye-bye

Alkisah Fu Fak Sen meninggalkan muridnya dalam keadaan bingung karena disuruh untuk melihat “dunia”.

Setelah beberapa hari kemudian rupanya roda “WU” sang Taoyu berjalan juga dia berkesimpulan bahwa “ Kenyataan yang ada saat ini adalah realita saat ini, bila saya miskin inilah hasil dari “kerjaan saya dahulunya, dahulu dimana saya tanam (Kung Tek) saya juga yang akan memetik hasilnya”

Jadi kesimpulannya, bukan Sen tidak mau tolong saya, tapi bila saya jadi Sen, saya pasti harus bijaksana menolong yang ada modalnya dan susah menolong manusia bila tidak ada modalnya siapapun dia.

Dan Fu Fak Sen datang kembali

Fu Fak Sen : Sudah mengerti ???
Taoyu         : Sangat mengerti Sen. Yakin.

Fu Fak Sen : Selamat muridku anda sudah mengerti sedikit tentang Tao.

Dan selamat anda sudah mulai “tidak mengerti”

Taoyu         : Hah???????

Dari cuplikan diatas bisa kita ambil sedikit petikan bahwa memang banyak  yang bertanya apa benar Kung Tek is “Power” ? Apa benar Kung Tek bisa menolong kita pada masa depan? Apa benar Kung Tek itu perlu?

Jawabannya ada pada diri kita sekarang, bahwa keadaan kita sekarang ini adalah hasil dari nilai Kung Tek masa lalu kita hingga kita bisa menjadi kaya, miskin, pintar, bodoh, ketemu ajaran Tao, ketemu ajaran lainnya.

Jadi bila kita ingin lebih baik yah co Kung Tek lah banyak-banyak.

Caranya ? macam-macam tapi yang paling mudah biasakan setiap sembahyang di Klenteng ataupun di Tao Kwan masukkan “dolar” anda ke kotak Kung Tek, berapapun nilainya yang penting Tulus.

Berpikiran baik juga merupakan tindakan Kung Tek yang bernilai.

Ce sin kwe ming le Dai Sang Lau cin, Tulus abdiku Dai Sang Lau Cin, Tulus abdiku Dai Sang Lauw Cin.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*