Intan Dalam Debu – the web

BERAMAL DAN MENANAMKAN BENIH KEBAIKAN BELUM TENTU HARUS DENGAN UANG

Posted by adminidb November 14, 2013, under Volume 9 | No Comments





BERAMAL DAN MENANAMKAN BENIH KEBAIKAN BELUM TENTU HARUS DENGAN UANG

Oleh : Akim - Jambi

 

Bagaimana cara menilai besar kecilnya bibit kebaikan yang ditanam, menanam bibit baik atau benih kebajikan ialah melakukan amal kebaikan umumnya orang-orang di kota besar begitu berbicara soal melakukan amal kebaikan pasti mengkaitkan dengan sederetan pengertian. Ini adalah persoalan yang dilakukan orang kaya, bagaimana mungkin melakukan amal ? Harus mendermakan uang ?

 

Ini adalah suatu kesalahan pengertian, menganggap melakukan amal kebaikan, disamakan dengan mengeluarkan uang, harus mengeluarkan uang, barulah bisa beramal. Padahal ruang lingkup beramal cukup luas, ada amal yang dengan mengeluarkan uang misalkan mendirikan rumah sakit, sekolah, panti perawatan orang usia lanjut, orang jompo, panti yatim piatu, memberi uang pada fakir miskin, mengobati dan memberikan obat secara cuma-cuma, menyumbang kepada korban bencana kelaparan dan bencana alam, beli peti mati bagi yang melarat memperbaiki dan mendirikan Tao Kwan, Klenteng dan Kuil, mencetak buku-buku agama untuk disebarluaskan secara gratis dan lain-lain.

 

Ada pula amal kebaikan yang tanpa keluar uang, misalkan tidak melakukan kejahatan dan menyingkirkan batu-batu penghalang di jalan termasuk kulit pisang, pecahan beling, menyeberangkan orang tua, anak kecil dan penderita cacat, mengalahkan tempat duduk bagi wanita hamil dan orang tua, menolong sedapat mungkin bagi orang yang menderita sakit dalam perjalanan, menghibur dengan kata-kata bagi penderita penyakit berat dan orang lain agar terbebas dari kebodohan  dan kesesatan menuju ke jalan yang terang. Menasehati orang agar percaya pada hukum dan menyumbang darah untuk menolong orang, dan lain-lain.

 

Jelaslah bahwa beramal tidak pasti harus keluar uang yang penting harus dengan sungguh hati mengerjakannya beramal sangat luas ruang lingkupnya. Dimanapun terdapat pintu menanamkan kebajikan terserah anda bersungguh hati melakukannya, misalkan juga melihat orang mengalah dan memberikan tempat duduk dalam bus, membantu si buta menyeberangi jalan. Sebenarnya merekapun sedang menanam benih kebaikan tidak jarang pula ada yang beramal baik tanpa diketahui orang lain, misalkan menyumbang si miskin tanpa menyebut namanya secara diam-diam menghapus dendam kesumat orang lain dan sebagainya. Benih kebajikan yang ditanamnya lebih besar, kebajikan yang dilakukan secara terpendam ini dinamakan Kung Tek dalam Tao (Siu Tao).

 

Berbuat kebajikan ada perbedaan besar dan kecilnya, pada prinsipnya terbagi menjadi 2 macam:

  1. Diukur dari tingkat kesungguhan hati, misalnya si kaya menyumbangkan uang Rp 100.000,- si miskin menyumbang uang juga Rp 100.000,-.

Rp 100.000 yang disumbangkan si kaya bagaikan sehelai bulu yang dicabut dari 9 ekor lembu, sebaliknya Rp 100.000,- dari si miskin, mungkin itu jatah makannya untuk seminggu. Oleh karenanya tingkat kesungguhan hati sangat berbeda, biarpun sama-sama Rp 100.000,- Sangat lebih besarlah amal yang diberikan si miskin itu, jadi terkadang si miskin menyumbang beberapa puluh ribu akan lebih menang dari sumbangan ratusan ribu yang dilakukan si kaya itu.

Misalnya pula A dan B dengan lingkungan hidup yang sama memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama pula. Namun A setelah memberikan sumbangan hatinya sering mengingat-ingat ia berharap segera mendapatkan imbalan dan sering punya rasa menonjolkan pahala dan ia senang akan hal itu. Sebaliknya B setelah menyumbang tidak pernah ada rasa menonjolkan pahala, tidak pula ada keinginan agar segera menerima karma, ia tetap rendah hati, hemat dan hati-hati seperti ulet bekerja, dengan demikian tingkat kesungguhan hati A dan B berdua sangat jauh berbeda, tentu saja karma yang mereka terima nantinya B lebih besar dari A.

  1. Diukur dari tingkat menerima manfaat misalnya kebajikan yang dilakukan A hanya seorang yang mendapatkan manfaatnya sedangkan yang dilakukan B banyak orang yang mendapatkan manfaatnya. Tentu saja B lebih unggul daripada A misalkan pula C seorang yang cara hidupnya tidak benar. Gemar berjudi dan perbuatan maksiat lainnya, hutangnya setumpuk lalu A dengan uangnya melunasi hutangnya sehingga C tertolong dari tuntutan hukum. Sebaiknya B dengan kata tuturnya memberikan pengarahan dan nasehat, sehingga C sadar dan berjalan di arah yang benar dan selanjutnya C hidup bahagia, A dan B sama-sama memberikan manfaat pada seseorang, menanam karma baik tetapi A hanya untuk sementara memberikan manfaat pada C jelaslah pahala B lebih besar. Jadi belum tentu hanya dengan uang barulah dapat melakukan amal kebajikan.

 

Kedua cara mengukur di atas belum tentu hanya si kaya yang dapat berbuat amal si miskin pun asalkan dengan kesungguhan hati melakukannya, hasilnya akan melebihi si kaya. Jadi dengan mengeluarkan hati  lebih berharga daripada mengeluarkan uang dan yang maha Agung tidak memihaki yang penting ialah moral dan akhlak, disinilah letak Maha Adilnya.

 

Demikian berbuat amal adalah hal yang penting dan yang diajarkan dala Tao (Siu Tao) mudah-mudahan) ada manfaat bagi kita semua.

 

Kung Tek – Amal Kebajikan adalah Modal Utama kita belajar Tao.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*