Intan Dalam Debu – the web

Bisakah Memperbaiki Nasib Dengan Bersujud Memohon Kepada Dewa dan Maha Dewa ?

Posted by adminidb December 10, 2013, under Volume 9 | No Comments

Bisakah Memperbaiki Nasib Dengan Bersujud Memohon Kepada Dewa dan Maha Dewa ?

Oleh : A Kim – Jambi

 

Banyak orang yang bersujud memohon perlindungan Dewa dan Maha Agung, ada pula yang memohon banyak rezeki, memohon banyak keuntungan, memohon mendapat jodoh, bahkan ada yang memohon memperpanjang usianya, dapatkah permohonan mereka di kabulkan? Jika dapat terkabul, bukankah dengan cepat nasibnya dapat diperbaiki?

 

Persoalan ini banyak orang meragukannya, untuk menyingkap takdir ini, kita harus lebih dahulu mengerti ada beberapa hal. Apakah sebenarnya sikap sejati dari memuja dewa-dewi itu? Misalnya di Hongkong, Singapura seperti tahun menjelang hari besar kelahiran Dewa-Dewa, banyak orang membanjiri Kelenteng dan Vihara. Misalnya tiap Cia Gwe Jeit Tahun Baru Imlek memuja Dewa-Dewa, demikian banyaknya arus manusia, kebanyakan mereka tak lain tak bukan bertujuan memohon berkah selamat, dan kelarisan atau memohon umur panjang, kita percaya bahwa para umat ini 80% benar-benar mengerti makna keyakinan yang sesungguhnya memuja Dewa-Dewa. Jika anda membunuh orang, merampok atau menjual narkotika, setelah berhasil lalu membeli dupa, sajian-sajian lilin, kertas sembahyang dan lain-lain, dan sujud memohon para Dewa untuk melindungi apakah beliau akan mengabulkannya?

 

Jika biasanya anda tidak beramal, sepeserpun tidak pernah menderma pada orang miskin dan sakit, waktu memuja Dewa anda menyediakan sajian-sajian yang banyak, memohon usaha-usaha maju dan untung banyak, maka biarpun  lutut dan kepalamu sampai lecet berdarah berlutut dan memanggutkan kepala apakah Dewa yang jujur dan tidak egois mau menerima suapanmu atau anda biasanya berbuat sedikit kebaikan tetapi juga melakukan banyak kesalahan dan kejahatan atau biasanya sangat egois, tidak pernah memikirkan kepentingan umum, tidak pernah menolong orang yang terdesak kesulitan atau dalam otakmu hanya penuh dengan gagasan buruk, gemar merugikan orang lain untuk keuntungan diri sendiri, maka bagai manapun engkau bersujud di hadapan Dewa-Dewa, hasilnya tetap sia-sia belaka. Tidak sedikitpun pria dan wanita dihadapan Dewa-Dewa begitu menyulut dupa, segera memohon

 

perlindungan dan berkah, mereka tidak pernah mawas diri, tentang perbuatan sehari-harinya, pantaskah mereka dilindungi Dewa-Dewa?
Misalkan anda memuja Dewa Kwan Tee, beliau adalah Dewa pengusir dan penyingkir kejahatan, beliau terkenal jujur dan setia setiap hari anda membakar dupa memohon agar Dewa Kwan Tee melindungimu selamat baik di rumah maupun pada saat bepergian, seisi rumah tentram, tak ada aral melintang dan gangguan jahat menyerang, tetapi biasanya adakah anda mengusir pikiran anda dari dalam hati anda? Ada tidaknya melaksanakan tuntas setia? Jika dapat anda laksanakan, maka hati anda dan Kwan Tee telah saling berkait, dengan sendirinya Dewa Kwan Tee akan melindungimu, maka tatkala anda membakar dupa memujanya, rasa terima kasih akan timbul dengan sendirinya. Dilihat dari sana berarti melakukan kebajikan merupakan syarat yang sangat penting, jadi walaupun Dewa-Dewa Welas Asih, tetapi tidaklah sembarangan memberikan berkah dan kurnia pada orang tegasnya dapatkah kita lihat bahwa Dewa-Dewa tidak melanggar prinsip karma tentang siapa baik pasti akan mendapatkan imbalannya yang baik, sebaliknya menanam bibit yang buruk akan mendapatkan buah yang buruk pula. Ini merupakan kebenaran yang abadi semoga ada manfaatnya demi kemajuan bersama dalam Tao.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*