Intan Dalam Debu – the web

Cen Sin Siu Sen

Posted by adminidb November 14, 2013, under Volume 9 | No Comments





Cen Sin Siu Sen

Oleh : Taoyu – Pekalongan

 

Menemui suatu masalah cara penyelesaiannya harus memakai logika. Bagaikan seorang penggembala yang piawai dalam menghadapi kerbau-kerbaunya, mengarah dan mengendalikannya dengan arif dan bijak. Segala tindakan disesuaikan dengan kebijaksanaan dan kewajaran. Bila setiap saat orang bisa bertindak secara demikian, biarpun manusia tidak memperdulikannya, namun Yang Maha Kuasa akan mengetahuinya.

 

Untuk memahami ajaran ini, tidak perlu bertapa atau mengasingkan diri ke tempat yang sunyi. Maka orang bijaksana jaman dulu berkata:

 

Mempelajari “Tao” tidak perlu meninggalkan kehidupan duniawi, karena ini malah namanya menyengsarakan  menghukum manusia, lagi pula bila ingin mempelajari ilmu kedewaan, belajarlah terlebih dahulu bagaimana menjadi seorang manusia, dengan ajaran dewa, baru mempelajari ilmunya.

 

Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, orang yang mengaku dirinya menganut / mendalami salah satu ajaran agama, tetapi setengah dari kehidupan sehari-harinya terlalu egois, tidak bisa / tidak mau berusaha merubah diri, hanya mementingkan diri sendiri saja, dengan demikian biarpun belajar dengan metode apapun dan sampai kapanpun akan sia-sia belaka.

 

Banyak orang yang belajar, tetapi hanya sedikit yang berhasil. Mengapa bisa demikian? Ini karena tidak terlebih dahulu mempelajari logikanya, maka segala metode dan cara akan sia-sia belaka.

 

“Siu Lien”, dua huruf Mandarin itu bermakna merevisi diri dan membina tubuh, jadi bukan seperti persepsi kebanyakan orang yang menganggap bahwa “Siu Lien” adalah hanya untuk melatih “Cing” dan “Chi”.

 

“Cen Sin Siu Sen” adalah belajar untuk membina hati dan merevisi ego. Pada umumnya hal ini sering diabaikan, dan langsung hanya memburu belajar ilmunya saja, tidak menyadari bahwa tanpa belajar “CenSin Siu Sen” bagaikan orang yang berkaki timpang tetapi ingin menjadi yang terdepan dalam lomba berlari.

 

Maka orang yang belajar Tao, harus terlebih dahulu memahami “Li”nya, baru bisa berhasil, ibarat mengerjakan soal hitungan, “Tao” adalah soalnya, “Li” sebagai rumusnya, kalau tidak memahami rumusnya, kita tidak bisa mengerjakannya. Di dalam ajaran agama mengatakan: “Dien Lik Cung Huang Pa Ci, Ol Pau U Sang Ce Pen”, yang arti garis besarnya saling menghidupi / melahirkan.

 

“WU” adalah “Tao”, sedangkan “Cung Huang Pa Ci” adalah “Li”.

 

Dari ‘Tao’ melahirkan ‘Li’, setelah memahami ‘Li’ digunakan untuk menghidupi ‘Tao’.

 

Inilah pokok ajaran yang terpenting dalam pelajaran ini.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*