Intan Dalam Debu – the web

Jejak Perjalanan Ke Kaliurang

Posted by adminidb December 7, 2013, under Volume 9 | No Comments

Jejak Perjalanan Ke Kaliurang

Intan Dalam Debu

 

24/03/01, 07:00. Cuaca cerah berawan sungguh hawa mendukung untuk bergembira. Pagi-pagi telah terjadi keributan di rumah Ce Bing-Bing (Kepala Suku Muda-Mudi Surabaya). Tua dan muda dan ada banyak tumpukan barng, ada apakah gerangan?

 

Oh....... ternyata mereka pada kumpul untuk pergi memenuhi undangan Taoyu Jogja. Perjalanan dimulai dari situ ke restoran Sea Master, he ??!, bukan untuk makan namun untuk ke parkirannya untuk menjemput sisa rombongan Surabaya beserta Sefu dan Semu. Disana rombongan bersiap-siap dengan membuang jejak (pipis...hi....hi....hi...).

 

Dari sini rombongan ± 35 orang dari Surabaya mengawali perjalanan ke Kaliurang.

 

Perjalanan jauh yang ditmpuh selama ± 10 jam begitu menyenangkan dan tak terasa, berhubung kru yang berangkat lucu-lucu dan kreatif. Perjalanan diwarnai dengan ketawa-ketiwi gembira. Pada waktu perkenalan diri bahkan ada yang dengan buka-bukaan mengaku statusnya “lirak-lirik” alias cari pacar (ck 3x memang taoyu-taoyu yang muda-mudi kreatif, selain tujuan menyerap ilmu juga mencari jodoh, inikah yang dikatakan diberi satu mendapat tiga ??!)

 

Selama perjalanan ada hambatan-hambatan ringab=n yang disebabkan oleh inginnya kru (terutama yang cewek-cewek) untuk meninggalkan jejak dimana-mana (pipis lagi...hi...hi...hi...) terutama di pom bensin, bocor klep kali yah?!, nasihat Sefu, perbanyak Lien Kung. Eh, setelah perjalanan mulai lancar tiba-tiba ban kempes (wah...krunya kebanyakan makan kali) yah....terpaksa deh berhenti lagi, tapi berhentipun cari tempat (wah ganti ban pake hong sui juga?? He...he...he.....). Bus berhenti di tempat pengrajin kayu dan orang jualan kelapa muda (lah yang ini hong sui nya terbalik deh!). Sang sopir dan kenek mengganti ban dan kita-kita para kru mengganti cairan tubuh yang sepanjang jalan dipakai untuk meninggalkan jejak. Segarnya kelapa muda sambil ngobrol dan foto-foto, eh tidak ketinggalan meninggalkan jejak lagi hi...hi...hi........

 

Selama perjalanan kita diiming-imingi akan diajak rekreasi ke Candi Prambanan (eh ternyata kita Cuma lewat dan diberitahu itulah Candi Prambanan, lihatlah dari jendela bus). Di Candi Prambanan, rombongan kita telah dijemput oleh panitia jogja, dan Sefu serta Semu tercinta berpindah tempat dari bus ke mobil pemandu. Tiba di Villa hari sudah mulai gelap, para kru mendapat pembagian kamar dan mulai mandi dan bersiap. Setelah makan malam, para Taoyu berkumpul di Aula dan mulai acara perkenalan (yang belum Tao Ing tidak boleh ikutan, kaciannya.....). Di Aula kita dibagi menjadi kelompok yang lebih besar. Setelah itu ada acara tanya jawab (kita bertanya dan Sefu yang menjawab). Setelah itu acara makan ringan (aaaahh...........enaknya Tao Yu Cik Huei di Jogja, yang banyak makanannya ini!). selanjutnya tidurrrrrrr.......!!!

 

25/03/01, pagi-pagi ada teriakan bangun-bangun,ahhhhhhh...... kok sudah pagi, wah masih pingin tidur kok sudah pagi, dengan hati segan berangkat mandi (ahhhhhhh.......mandi pagi tidak biasa mandi sore juga tidak biasa.....). Setelah itu makan (lha kalau yang ini ndak bakal lewat deh hehehe, tanpa disuruhpun akan dicari). Acara awal adalah acara utamanya yaitu acara Tao Ing, dan kita taoyu-taoyu berada di luar Aula, makan. Mengobrol dan kenalan sendiri-sendiri. Siang hari setelah makan siang, para taoyu semuanya dengan taoyu yang baru berkumpul di Aula, wah ternyata banyak sekali sampai Kaliurang yang sejuk dingin di Aula menjadi hangat baik suhu maupun suasana  keakrabannya. Sekali lagi acara Ciang Tao oleh Sefu, dan seperti biasa kita bertanya dan Sefu yang menjawab (kira-kira kalo kita yang ditanya Sefu, kita bisa jawab nggak yah....??).

 

Acara sore, setelah minum teh dan makanan ringan sore hari adalah acara bebas, ada yang tidur, ada yang pergi ke Malioboro, ada yang makan dan ada yang mandi (eh...ternyata tadi Cuma pake minyak wangi dan bedak doang......dacal.......he he he he).

 

Malam tiba, acara makan malam pun tiba, acaranya adalah acara gembira dimulai dengan acara nyanyi dan tari dari anak-anak kecil yang lucu-lucu dan pinter-pinter persembahan dari Taoyu semarang, acara permainan pun tidak kalah menyenangkan karena ada door prizenya.

 

Panitia Jogja juga mendapat penilaian dari seluruh Taoyu dan diberi penilaian sempurna, terutama suasana keakraban yang diciptakan panitia, akomodasi dan konsumsinya mendukung semuanya. Kerja keras panitia mendapat banyak jempol (bahkan banyak Taoyu yang ingin belajar caranya panitia Jogja he...he....he....).

 

Suasana malam itu ingin diteruskan terus, namun hari sudah beranjak malam dan acara dilanjutkan dengan makan minum ringan sebelum tidur (asyikkkkk, makan lagi), dan para non Huang Ie dipersilahkan untuk out dari Aula, karena ada acara Huang Ie Cik Huei. Tetapi para Taoyu tidak kecewa apalagi yang muda-muda kita langsung menuju ke depan kamar dan melanjutkan acara sendiri-sendiri. Ada yang bernyanyi, bergembira, bercanda, kenalan lagi, foto-foto.....ramai deh! (yang pasti acara Huang Ie Cik Huei yang serius he....he.....he.....). Setelah acara Huang Ie Cik Huei selesai ada para taoyu yang Lien Kung bersama di Aula. Selanjutnya tidur...Zz.....Zzzz......Zzzzz.

 

26/03/01. Wah sudah pagi lagi, kok sudah pagi ??! Tidurnya khan pagi!? Akhirnya dengan berat hati harus mandi, malu donk kalau tidak mandi, apalagi yang naksir-naksiran, akhirnya mandi deh! Acara makan pagi dilanjutkan dengan membenahi barang-barang, kemudian yang ini lebih berat lagi, yaitu berpamitan, memang tiada pertemuan tanpa perpisahan, Cai Cien.....

 

Rombongan Surabaya sebelum pulang mampir lagi ke kota Jogja di rumah Ko Didik untuk Ping An Yen. Makan-makan lagi, namun disini selain makanan yang lebih berkesan adalah bagi muda-mudi mendapat pengalaman bekerja dari Ko Didik (dan untuk muda-mudi yang mencari jodoh juga tertarik kepada anak Ko.Didik, soalnya anaknya tiga cewek-cewek semua dan ayu-ayu lagi). Selain itu juga mendapat oleh-oleh lagi, jeruk dan kue khas Jogja. Sedih hati lagi harus berpisah (terutama untuk para Taoyu yang sedang mencari jodoh he....he....he....) namun perjalanan harus dilanjutkan.

 

Masuk bus dari sini salah satu kepala rombongan Surabaya yaitu Ko Alu harus meninggalkan rombongan karena ada urusan yang harus dikerjakan, acara masih terus gembira dengan makan-makan konsumsi yang macam-macam, terutama buah jeruk, namun agak lama kemudian satu persatu para Taoyu mulai mengantuk kehabisan baterai karena kebanyakan makan dan ketawa. Sore hari di tengah jalan kita berhenti makan, dan setelah itu kembali melanjutkan perjalanan. Setelah tidur dan makan, badan menjadi segar kembali suasana di bus meriah terutama di bagian belakang karena pada ngobrol dan main kartu dengan coret-coretan pake bedak sambil ketawa-ketiwi. Konsumsi makan terus berlanjut. Di bagian depan juga tak kalah cerianya walaupun penulis tak tahu apa yang menjadi pokok pembicaraan, maklum, kru muda-mudi duduknya di belakang sih....

 

Memasuki kota Surabaya, wajah para rombongan jadi C3 yaitu: capek, cedih, ceria. Capek karena perjalanan yang menguras energi, cedih karena harus berpisah dan ceria karena mendapat banyak ilmu dan pengalaman serta kenangan indah dan buah jeruk. Dan oleh-oleh .....hi....hi....hi..... Bus memasuki parkiran restoran Sea Master lagi dan seperti sediakala, kita Cuma numpang lewat doang menurunkan sebagian rombongan, begitu juga dalam perjalanan ada juga rombongan yang turun di jalan, kita ber...da...da..da....an lagi perjalanan diteruskan sampai ke titik tujuan awal yaitu rumah kepala suku (Ce Bing-Bing) dari situ kita para penulis membuang jejak sekali lagi dan memanggil taksi untuk pulang ke kost masing-masing.......oh....kost sweet kost.......

 

Begitulah jejak perjalanan rombongan Surabaya ke Kaliurang yang sangat berkesan.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*