Intan Dalam Debu – the web

Milik Orang Lain Lebih Baik

Posted by adminidb December 7, 2013, under Volume 9 | No Comments

Milik Orang Lain Lebih Baik

Sebuah kisah dari

Dinasti Sung Utara

 

Seperti sebuah pepatah Cina kuno, “Saat berdiri di puncak bukit, anda selalu menengadah dan percaya bahwa bukit di sebelah lebih tinggi, meskipun keduanya sama tinggi”. Perkataan ini mewakili kepercayaan khas manusia bahwa sesuatu yang tidak anda miliki selalu lebih baik daripada sesuatu yang anda miliki. Jika anda adalah seorang hakim, bagaimana anda menangani kepercayaan ini? Mari kita simak sebuah kisah dari Dinasti Sung Utara.

 

Seorang pejabat yang sangat terkenal dan berpengaruh meninggal dunia dan meninggalkan beberapa porsi dari kekayaannya yang sama besarnya kepada kedua putri dan menantunya. Namun, tidak ada harga yang tepat untuk tanah dan rumah yang ia wariskan kepada mereka, yang masing-masing memiliki nilai pasar yang unik. Merasa tidak puas dengan pembagian itu, masing-masing putrinya yakin kalau yang lainnya mendapatkan bagian yang besar.

 

 Milik Orang Lain Lebih Baik

milik orang lain lebih baik ?

Sesudah upacara penguburan yang mewah, kedua anak perempuan itu saling mengajukan tuntutan hukum, dengan mengklaim bahwa bagian mereka sendiri lebih sedikit daripada bagian yang lainnya. Di pengadilan, hakim Jang Chi Shan menanyai mereka, satu persatu, apakah mereka mengira kalau mereka diperlakukan secara tidak adil. Mereka masing-masing dengantegas menjawab “YA”. Juru tulis merekam setiap kata dan menyuruh menandatangani semua pernyataan. Hakim itu kemudian meminta mereka untuk memberikan sebuah inventaris dan menyusun semua properti yang diwariskan. Mereka dengan senang hati memenuhi permintaan ini. Sesudah mereka selesai, ia mengumumkan keputusannya. “Kedua orang putri ini harus saling menukarkan warisan mereka”. Kedua anak perempuan itupun terkejut. Masing-masing telah berharap untuk mendapatkan lebih banyak dari yang lain. Bagaimanapun mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima peraturan ini.

 

Sungguh sebuah perkara hukum yang menarik dan keputusan yang cerdik. Sang hakim mengecoh mereka dengan ketamakan mereka sendiri.

 

Disadur dari:
Wisdom’s Way
Share

No comment yet.

Leave a Reply








*