Intan Dalam Debu – the web

Siu Sing Yang Sin

Posted by adminidb November 23, 2013, under Volume 9 | No Comments





Siu Sing Yang Sin

Oleh : Swan Heng – Jogya

 

Sudah sering kita membaca atau mendengar tentang siu sing yang sin. Apa sih siu sing yang sin itu? Siu sing yang sin adalah usaha untuk merevisi atau memperbaiki kejelekan atau kekurangan kita.

 

Kalau bicara siu sing yang sin, pasti kita bicara yang baik-baik saja, karena memang tujuan siu sing yang sin adalah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Atau tujuan yang lebih tinggi lagi adalah menjadi manusia yang sempurna.

 

Nah, yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah “Apa mungkin manusia menjadi sempurna?”, atau “Seperti apa sih manusia yang sempurna itu?”

 

Jelas menjadi manusia sempurna itu bukan pekerjaan mudah. Tapi menjadi manusia yang lebih baik lagi dapat diusahakan.

 

Caranya, dengan mengurangi satu kekurangan atau keburukan kita dalam kurun waktu tertentu. Satu hari, satu minggu, satu bulan atau satu tahun. Sesuai dengan waktu yang sudah disepakati, kita harus bisa dan berhasil mengurangi SATU kekurangan atau keburukan kita.

 

Dengan demikian kita sudah menjadi manusia lebih baik lagi. Sepertinya tidak sulit kan? Memang kita butuh usaha yang ekstra keras sekali untuk mewujudkannya. Dan juga butuh waktu yang tidak pendek. Tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk mewujudkan.

 

Kekurangan-kekurangan apa yang akan diperbaiki? Moral, tingkah laku, tutur kata, atau APA?

 

Bukan menjadi masalah yang mana duluan yang akan diperbaiki. Yang penting kita sudah berniat dan berusaha untuk memperbaikinya.

 

Misalnya, sifat kita yang mudah marah, dikurangi sedikiiii....t saja supaya kita tidak gampang marah. Menjadi penyabar lebih baik lagi lho.....

 

Ada sebagian orang sering berkata kasar, kotor, menyakitkan. Walaupun ada juga mereka tidak mempunyai maksud jahat, hanya karena suatu kebiasaan jelek saja. Alangkah baiknya kebiasaan jelek ini juga segera di kikis habis, sehingga akan enak didengar bila kita selalu bertutur kata baik dan sopan, walau dalam saat marah.

 

Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang bisa diperbaiki. Dengan demikian kita bisa menjadi lebih baik lagi. Akhirnya menjadi sempurna, entah kapan.

 

Semoga.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*