Intan Dalam Debu – the web

ZUN SHI ZHONG DAO

Posted by adminidb December 7, 2013, under Volume 9 | No Comments

ZUN SHI ZHONG DAO

Oleh : Daniel Li

 

Zhong shi zhong dao begitu dalamnya. Sulit untuk dimengerti. Tapi saya dapatkan 1 pengalaman baru-baru ini.

 

Zun Shi Zhong Dao menghasilkan qingjing........kebahagiaan. Perasaan bahwa walaupun melakukan kesalahan tetap berada di jalan yang benar. Ini merupakan penanggungan / (penghapusan dosa??). Maka hati lebih tenang, dan baru bisa mencapai Zhen Dao-nya.

 

Belajar Dao bagaikan melewati banyak ‘pintu’. 1 ‘pintu’ adalah satu masalah. Bila satu tahun saja melewati 5 pilihan pintu. Maka dalam 5 tahun akan mendapatkan 5.125 pilihan. Bila hanya 1 tujuan yang benar, bisa dibayangkan bahwa bila setiap ‘pintu’ memiliki peluang yang sama, bisa dibayangkan bahwa diantara 5.125 orang hanya 1 yang mencapai tujuan akhir secara benar. Betapa banyaknya yang tersesat.

 

Oleh karena itu, melalui Tao Ying Suk diusahakan untuk memperkecil kemungkinan itu. Caranya adalah: pertama, berkomunikasi dengan Shen – itu bila bukan sedang diuji olehNya. Kedua, adalah melalui Zun Shi Zhong Dao. Mengapa? Seshiung telah berjalan lebih di depan, sudah lebih banyak membuka ‘pintu-pintu’ yang ada, dan telah mendapatkan lebih banyak informasi yang dapat digunakan sebagai rambu-rambu sebagai ‘panduan’. Nah, bila sebelumnya ada 5 pilihan pintu, maka dengan adanya ‘pengalaman Seshiung’ maka anda telah diberi tahu ‘pintu-pintu’ manakah yang jangan dilalui. Oleh karena itu bila misalnya tinggal 3 pilihan yang layak dijalani, maka kemungkinan sukses menjadi 1 :243. Jelas kemungkinan anda untuk sukses meningkat 2100% !!!!

 

Tao memang tidak memberikan rumusan yang mati mengenai kehidupan. Tidak pula memberikan pengertian yang dogmatis atau peraturan yang kaku. Tetapi bukan berarti bahwa Tao itu sendiri anti peraturan! Tao itu sendiri adalah Maha Keteraturan yang Hakiki. Hanya saja kita melihatnya bagaikan seakan-akan ‘tiada beraturan’. Itu adalah karena ketidak mengertian / kebodohan kita. Didalam proses Siu Tao. Mereka yang berada di depan telah sedikit banyaknya lulus dalam menghadapi ‘pintu-pintu’ yang menjebak. Oleh karena itulah wajar bila seorang satu dengan yang lainnya saling bertukar pikiran mengenai ‘rambu-rambu’ atau pengalaman yang telah dialaminya. Oleh karena itu, bila tahu bahwa bila suatu hal tertentu itu tidak baik dilakukan, ya jangan dilakukan lagi. Bukankah lebih bijak bila kita belajar dari kesalahan orang lain, daripada salah terlebih dahulu barulah memperbaiki diri. Kadang-kadang sudah terlalu terlambat!

 

Oleh karena itu, hal yang patut disimak adalah bahwa dalam Siu Tao, kita perlu mengenal dan menerima ‘rambu-rambu’ yang sudah ada. Baik itu dikemukakan oleh Shifu ataupun Seshiung kita sendiri, ataupun yang telah ada diterapkan dalam masyarakat sebagai mana wajarnya.

 

Memang dalam penerapannya, hal yang menetukan sikap kita adalah Wu kita. Namun sudah seberapa jauhkah kita memiliki tingkat Wu yang benar?! Setidaknya, dalam awal perjalanan kita Siu Tao, banyaklah belajar kepada yang lebih senior, dan pandai-pandailah melihat tata atran yang telah ada. Malanggar berarti mengandung resiko, walaupun belum tentu menghasilkan sesuatu yang buruk. Misalnya: berjudi. Kita tahu bahwa pada umumnya masyarakat mengatakan bahwa judi itu tidak baik. Tetapi, dalam Siu Tao kita tahu pula bahwa hidup itu sendiri memiliki resikonya sendiri. Semisal anda naik pesawat terbang, bukankah taruhannya adalah nyawa anda sendiri? Itu juga semacam judi. Tapi, ingat bahwa kemungkinan pesawat terbang jatuh jauh lebih kecil dari kemungkinan seseorang jatuh bangkrut karena kalah berjudi. Mereka yang mengerti matematika statistik tentu akan lebih memahami hal ini. Oleh karena itu, wajarlah bahwa bila kita menghindari ‘berjudi’. Lain halnya dalam kasus tertentu dimana kita ‘terpaksa’ berjudi dalam hal-hal yang sangat khusus. Tetapi untuk ‘hal-hal yang khusus’ ini diperlukan suatu kepiawaian yang tinggi dalam tingkatan ‘Wu-nya’. Ketinggian Wu adalah tergantung kecerdasan dan ‘jam terbang’ kita. Nah, bila kita memutuskan untuk menyimpang dari aturan umum, kita perlu mengaca pada diri sendiri sudah pantaskah saya mengambil keputusan itu???

 

Zun Shi Zhong Dao, bukannya.......

  1. ....Fanatik, tetapi percaya diri
  2. ....Egois, tetapi sanggup mengorbankan diri (renyi)
  3. ....Menang sendiri, tetapi menang semuanya
  4. ....Nekad, tetapi tekad
  5. ....Bodoh, tetapi cerdik
  6. ....Asal nurut aje, tetapi tulus
  7. ....Asal percaya, tetapi ‘percaya sebelum menerima’
  8. ....’Lihai” tetapi cerdik
  9. ....Mati konyol, tetapi rela
  10. ....Buta, tetapi mengerti kedalaman
  11. ....Pasrah, tetapi yakin
  12. ....Hebat, tetapi rendah hati
  13. ....Di kulit, tetapi di Hati
  14. ....Mengerti, tetapi melaksanakan
  15. ....Besok, tetapi sekarang
  16. ....sebagian, tetapi total

 

Apa bedanya?

  1. Yang fanatik mengamuk bila dihina. Yang percaya diri tenang tak tergoyah, bila terpaksa membela tetapi memaafkannya, kemudian menuntunnya ke arah yang benar.
  2. Yang egois melakukan itu untuk sesuatu yang merupakan bagian dari ‘diri’; lawannya adalah melakukan sesuatu untuk kemanusiaan.
  3. Yang ‘menang sendiri’ merasa dirinya paling betul; lawannya adalah mampu memberikan yang terbaik.
  4. Nekad adalah karena kebodohan. Tekad adalah karena kemantapan hati.
  5. Bodoh karena tidak memahami intinya; cerdik karena tahu hakikatnya.
  6. Asal nurut karena ‘membebek’; tulus karena memang sejatinya.
  7. Asal percaya karena dangkal pengertiannya; ‘percaya sebelum menerima’ karena memiliki iman.
  8. ‘Lihai’ karena semata mencari muka; cerdik karena telah tahu yang benar.
  9. Mati konyol karena salah menangkap; rela mati karena memang sudah siap.
  10. Buta karena silau; tepi mengerti kedalaman karena memang sudah waktunya.
  11. Yang palsu merasa hebat, yang asli tidak merasakan apa-apa.
  12. Di kulit adalah penampakanbelaka; di hati hanya Dewa yang tahu.
  13. Mengerti tiadalah berarti tanpa melaksanakan.
  14. Adalah keputusan Sekarang dan bukan Besok.
  15. Bukan kredit yang bisa dicicil; tetapi penyerahan seluruh diri.

 

Akhir kata yang bukan merupakan ‘akhir’ dari Zun Shi Zhong Dao

 

Ini adalah pandangan ‘sementara’ saya sampai dengan titik dimana saya belajar pada saat ini. Dan apa yang saya kemukakan, barulah sebagian kecil dari Zun Shi Zhong Dao. Tetapi setidaknya saya berharap dapat dijadikan alat untuk lebih memudahkan bagi Taoyu semua untuk mengarahkan diri ke arah Zun Shi Zhong Dao yang setepat-tepatnya. Setidaknya, uraian di atas dapat membantu Taoyu untuk menghindarkan kesesatan mengenainya. Tentu saja saya terus berpikir dan akan terus berkembang. Bila di kemudian hari ada pemahaman lain yang lebih benar, tentu saya berani dikoreksi. Memang wu,wu, dan wu lagi adalah landasan utama bagi arah perahu Siu Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*